GALLERY

Knee Support - Knee Decker - Osteoarthritis OA Orthosis08.JPG
Baner
Share on facebook

Layanan Online

my contact data:
Nur Rachmat, BPO
Prosthetist Orthotist
Direktur CV. Kuspito Prosthetic Orthotic
Simpati 0821-3777-4443
IM3 0856420-45678
Flexy 0271-7997-888
Fax 0271-821843
email: nurrachmat@gmail.com
YM: op_nurrachmat@yahoo.co.id
skype: infobiru
PIN BB 268AA9A0
Website: www.kuspito.com

Masuk

Silakan Masuk untuk Mendapatkan informasi harga



Bagi yg blm punya akun, silakan mendaftar. GRATISSS!!!

Random FOTO

Prosedur Modifikasi untuk KAFO Plastik PDF Cetak E-mail
KUSPITO Menu - Artikel tentang Kecacatan dan Penanganannya


Bagian yang kaku pada AFO fungsinya adalah meminimalkan gerakan pada ankle joint dan menahan gerakan pada subtalar joint. AFO sangat efektif digunakan untuk penderita flaccid ankles (polio), Osteo Arthritic Joint, spastisitas (CP/CVA). Plastik pada bagian paha memberikan kontrol melingkar pada paha dan menjaga keseimbangan knee joint. Knee join sendiri dapat bergerak bebas, mengunci ke bawah atau sebagai kunci pengaman (bail lock). Macam-macam joint tergantung pada kontrol yang dibutuhkan dan keinginan pasien.

Ringkasan Prosedur Modifikasi:

1.    Cek alignment pada cetakan negatif (Lakukan koreksi bila diperlukan)
2.    Isi kasting (tarik mandrel sampai dengan 2,5 cm dari dasar cetakan)
3.    Cek alignment pada cetakan positif (netral subtalar/900 ankle joint, netral knee)
4.    Gambar Garis acuan (sagital plane = garis tengah kaki/betis/coronal plane = dibagi menjadi dua bagian posterior leg dan calf/heel)
5.    Heel dan telapak kaki bagian depan dibuat datar dan tegak lurus terhadap long axis kaki garis acuan di coronal dan sagital plane)
6.    Bentuk dan baurkan lengkung medial dan lateral longitudinal
7.    Perhalus bagian Tibial
8.    Kurangi bagian lingkar femoral sekitar 1 cm dari hasil pengukuran sebelumnya, dan haluskan
9.    Tambahkan plaster di bagian:
•    Malleoli
•    Navicular
•    Dasar ke 5 MT
•    Dorsum kaki (m+1)
•    Jari kaki
•    Medial + lateral tibia (jika dibutuhkan)
•    Tab (jika dibutuhkan)

10.    Haluskan kasting
11.    Cek alignment dan pengukuran.

 

Langkah #1 Evaluasi Cetakan Positif

Cetakan negative yang diambil dari pasien harus diperiksa agar sesuai dengan kasting pasien. Tetap harus diingat bahwa tujuannya adalah untuk meluruskan KAFO (lutut, kaki dan ankle). Yang berarti bahwa tulang sendi subtalar berada dalam posisi netral (tonjolan talar berada pada posisi seimbang pada sisi malleoli dan pergelangan kaki berada pada posisi yang tetap atau stabil / dorsiflexed to lock). Sendi pergelangan kaki harus diposisikan sedemikian rupa sehingga dalam kondisi terkunci dengan cara menjaga posisi seluruh bagian kaki agar tidak berubah ketika dikasting. Ini berarti tumit dan kaki bagian depan berada pada posisi seperti berjingkat. Pergelangan kaki harus lurus, tibia vertical (tulang betis / midline calf dapat dijadikan penunjuk). Lutut harus lurus kecuali dalam kondisi-kondisi khusus semisal pasien terlahir dengan polio atau atas petunjuk dari Orthotis.
Cetakan atau kasting yang telah dibuat dari potongan plaster paris kemudian diperiksa pada permukaan datar, perhatikan beberapa petunjuk berikut ini.
1.    Tumit dan kaki bagian depan berada posisi parallel dan calcaneus perpendicular berada di bagian bawah (vertical)
2.    bagian tengah kaki dalam kondisi lurus
3.    kaki bagian depan dalam posisi lurus (usahakan tidak ada bagian kaki yang menonjol)
4.    pergelangan kaki berada pada 90 derajat (kecuali dalam kasus-kasus tertentu)
5.    Tibia vertical (posisi rapat terkunci dan seperti berjingkat / coronal planes)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             
6.    lutut lurus (kecuali dalam kasus-kasus tertentu)
7.    Jika kedua kaki telah dikast, maka akan didapat bentuk dan posisi yang sejajar bila diperiksa dengan cara seperti di atas.

Bila Orthotist telah selesai melaksanakan pemeriksaan, maka dapat diputuskan perubahan-perubahan apa yang dibutuhkan dengan melakukan perubahan seminimum mungkin pada kast. Apabila memang tidak sangat dibutuhkan, sebaiknya kast tidak diubah terlalu banyak karena dikhawatirkan bentuk aslinya akan hilang. Orthotis harus juga mengetahui material apa yang harus digunakan apabila akan membuat kast karena hal itu akan mempengaruhi apabila hendak membuat perubahan kecil dengan menggunakan teknik plaster.
Langkah #2 Modifikasi Tumit dan kaki bagian depan

Menggunakan sebuah bidang dengan permukaan rata dapat membuat posisi tumit dan kaki bagian depan berada posisi lurus rata sehingga posisi lurus sejajar (alignment). Mata kaki (metatarsal head) dan ujung tumit berada pada posisi paralel, rapat terkunci (saggital) dan seperti berjingkat (coronal). Kast diletakkan pada permukaan rata, tibia dalam kondisi vertikal dan KAFO berada pada posisi stabil.










Langkah #3 Modifikasi Lengkung Longitudinal Medial dan Lateral (Medial and Lateral Longitudinal Arches)

Apabila telapak kaki dan kaki bagian depan dalam posisi parallel, langkah berikutnya adalah mengatur posisi telapak kaki bagian tengah dan samping (Medial and Lateral Longitudinal Arches). Menggunakan ½ lingkar surform, ikuti bentuk telapak kaki dengan kast yang telah dibuat sebelumnya. Ratakan juga kast ke bagian samping kaki. Bagian tengah telapak kaki bisa ditentukan dengan mengukur jarak kira-kira 1/3 dari jarak tumit ke mata kaki.
Apabila ukuran lengkungan telapak kaki, maka lengkungan longitudinal lateral dapat dikast. Biasanya lengkungannya tidak begitu besar, akan tetapi ini diperlukan untuk mendukung kaki. Modifikasi dapat diulang kembali bila selanjutnya ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pensejajaran lutut, kaki dan pergelangan kaki / KAFO alignment.
Menggunakan setengah kast (1/2 round) dari lengkungan kaki (lateral arch) ke bagian terdalam dari lengkungan kaki, perhatikan posisi telapak kaki tengah (medial longitudinal arch). Balurkan kast pada lengkungan menuju ke bagian samping kaki, berhati-hatilah jangan sampai melepaskan plaster dari posisi awal pada metatarsal ke lima. Ratakan hingga tidak ada bagian yang belum tertutup kast.



Langkah #4 Modifikasi bagian Tibial (Tibial section)

Bagian betis (calf) memiliki banyak otot Gastrocnemius di bagian belakangnya. Selama kasting, plaster paris kemungkinan akan menimbulkan bagian-bagian yang tidak rata. Bagian kast untuk calf perlu diratakan. Bila pasien terlalu meregangkan lutut (hyperextend), maka bagian belakang calf (posterior calf) juga harus disesuaikan. Dengan sebuah bidang datar ratakan kast menggunakan ½ dari campuran, kurangi bila terlalu berlebih. Jumlah ini akan berbeda-beda bagi satu orang dan lainnya tergantung pada kondisi masing-masing. Jumlah yang pengurangan tergantung pada hyperextension yang ditentukan oleh Orthotis selama pemeriksaan dan kasting.

Langkah #5 Modifikasi bagian Femoral (Femoral Section)

Bagian femoral terdiri atas sekumpulan otot-otot yang banyak jumlahnya. Biasanya pengukuran Circumferencial dikurangi ukurannya 1-2cm untuk memberi kastabilan bagi paha dalam KAFO. Pemeriksaan struktur anatomis kaki menunjukkan bahwa biasanya terdapat cekungan pada distal thigh kira-kira di tengah adductor tubercle. Pemberian kasting pada area selama proses dan modifikasi membantu untuk menstabilkan posisi lutut dan KAFO pada kaki. Banyaknya otot pada paha ini yang berbentuk corong (funnel) yang semakin bertambah dalam circumference dari distal ke proximal. Balurkan dan ratakan kast pada bagian paha (thigh).

Langkah #6 Penambahan pada Penambahan Plaster

Penambahan plaster kaki dan pergelangan kaki pada bagian yang bertulang (bony prominences) dan bagian pinggir sehingga KAFO tidak menyebabkan penekanan pada area sensitive. Penambahan plaster pada bagian jari kaki untuk memastikan bahwa pada Orthosis final (final Orthosis) lebih besar daripada kaki sebagai tumpuan dan bahwa sekali Orthosis dicoba (fit) tidak akan berubah posisinya di dalam sepatu.
Penambahan plaster pada cetakan harus dilakukan dengan hati-hati sehingga bentuk cetakan tidak hilang. Plaster harus dicampur merata sehingga tidak terlalu encer. Gunakan sedikit air untuk menghaluskan adonan plaster dalam cetakan. Bila langkah-langkah ini selalu dilakukan sewaktu memodifikasi kast, maka akan menjadi suatu prosedur yang biasa atau rutin.

1.    Tambahkan sedikit plaster pada adonan dasar metatarsal ke lima (fifth metatarsal) dan navicular. Campurkan dalam kast dengan menggunakan jari tangan yang dibasahi air.
2.  Tambahkan plaster pada bagian tengah dan samping kaki (medial and lateral borders of foot), dimulai dari mata kaki (metatarsal head) dan mulailah dari bagian atas kaki menuju ke telapak kaki. Tambahkan sedikit demi sedikit sehingga bentuk asli cetakan tidak berubah atau hilang. Kemudian mulailah ke arah tengah malleoli, jangan menambahkan plaster pada bagian ini. Balurkan dan ratakan.
3.  Tambahkan plaster pada malleoli untuk menjaga bentuk. Jangan sampai lupa bahwa tujuan penambahan plaster adalah untuk memberi ruang agar tekanan pada kaki dapat diminimalisasi. Bagian depan malleoli (anterior portion of malleoli) harus diplaster hingga bagian paling atas sehingga pergelangan kaki dapat bergerak ke arah AFO dengan mudah. Sedikit plaster juga dapat ditambahkan pada bagian tengah malleoli (proximal edge of malleoli) sehingga jika pasien ingin menggerakkan telapak kaki dengan (plantarflexes) di dalam Orthosis, akan ada ruang yang cukup lega bagi malleoli untuk bergerak naik. Ratakan dengan air.
4.   Jika tab akan digunakan sebagai titik tolak (counter point) untuk mengkoreksi inversi atau eversi pergelangan kaki, maka plaster ditambahkan proximal dan anterior pada malleoli. Tambahkan sekitar 2cm plaster proxima/anterior pada malleoli. Balurkan pada bagian atas malleoli (superior edge of the malleoli). Tujuannya adalah sebagai ganjal (extra tab of plastic) ketika AFO mengalami trimline terakhir. Mungkin diperlukan pula forefoot abduction atau adduction stop. Lakukan penambahan plaster pada bagian matakaki (metatarsal) secara seksama sehingga potongan trimline berada cukup dalam. Ratakan dengan air.
6.    dengan menggunakan bidang footboard, tambahkan plaster pada bagian jari kaki mulai dari mata kaki (metatarsal head) dan kemudian secara distal sehingga bagian toe box mirip bentuknya dengan bentuk sepatu. Sekitar 2,5cm ditambahkan pada jari-jari kaki sehingga terdapat cukup material yang bisa dirapikan untuk mengikuti bentuk sepatu. Pergelangan kaki tetap pada posisi 90 derajat. Setelah plaster mongering, gunakan flat surform untuk mensejajarkan kembali bagian telapak kaki bagian depan. Bila perlu, tambahkan flare secukupnya untuk meminimalisasi tekanan pada bagian tengah AFO (proximal edge). Penambahan flare pada bagian akhir harus setinggi kira-kira 1 cm. balurkan dan ratakan dengan jari tangan.
8.    pada bagian paha (femoral) jarang membutuhkan penambahan plaster kecuali untuk mengisi lekukan-lekukan (indent). Bila tekanan terasa di bagian area posterior distal (distal posterior area),  maka flare dapat ditambahkan.
Langkah #7 Meratakan dan Memeriksa kembali Kast
Apabila modifikasi kast sudah selesai, kast kemudian diratakan dengan screening dan bentuk dan kesejajaran (alignment) yang sudah jadi diperiksa kembali. Alignment yang benar adalah apabila lutut berada pada posisi lurus (neutral knee) dan subtalar joint, posisi bagian depan dan belakang kaki (rearfoot/forefoot) serta pergelangan kaki berbentuk 90 derajat (kecuali dalam kasus-kasus tertentu yang telah diputuskan oleh Orthotis selama asesmen). Bila kedua KAFO sudah selesai, maka bentuknya kemudian dibandingkan. Bila bentuk dan posisi alignmentnya tidak sama, maka perubahan dapat dilakukan agar simetris (kedunya berbentuk sama). Kedua lutut harus memiliki fleksibilitas yang sama. Tibia harus sama vertikal baik dari segi kelonggaran (saggital) maupun bentuknya yang seperti berjingkat (coronal planes) kecuali pada kasus-kasus tertentu.
Setelah itu, kita menuju ke proses fabrikasi (fabrication). Kast harus sudah benar-benar kering, karena apabila polypropylene diletakkan pada kast yang belum kering maka akan menggelembung (bubble).






Review mengenai Hal-hal yang harus diperhatikan dalam modifikasi kast pada KAFO
Seperti telah disebutkan sebelumnya, teknik modifikasi plaster dan komponen yang digunakan sangat bervariasi tergantung pada tipe patologi, gaya hidup pasien dan cacat tubuh yang akan dikoreksi secara biomekanis.
Beragam teknik plaster pada cetakan positif dapat digunakan untuk meminimalisasi bentuk cacat tubuh pasien, dan karenanya memberikan tekanan atau pressure pada kaki pasien. Orthotis harus sadar akan hal-hal berikut:

•    Kaki dapat bergerak dalam AFO, khususnya bila plantarflexor sangat kencang.
Cacat Ankle Valgus / Varus dapat diatasi pada bagian AFO dengan menggunakan jaringan lunak (soft tissue) daripada tulang. Ruang yang cukup lega harus ada sebagai tekanan pada tulang ketika kaki bergerak dalam AFO.
•    Penggunaan tali pengikat (strap) pada AFO dapat membantu mengoreksi dan menstabilkan kaki.
•    Trimlines akhir plastik harus cukup tinggi untuk ditempati kaki. Alas kaki (footwear) dimodifikasi agar mengikuti AFO.
•    Follow-up harus dilakukan oleh Orthotis agar pasien merasakan tekanan seminimum mungkin dan senyaman mungkin.


SIMPULAN DARI:

PROSEDUR UNTUK MENEKUK DAN MELURUSKAN SENDI LUTUT (KNEE JOINTS)

MENCETAK ORTHOSIS LUTUT YANG BIASA

1.    MENENTUKAN TINGGI AXIS LUTUT (KNEE AXIS)

2.    GAMBAR POSISI AXIS SENDI LUTUT (KNEE JOINT AXIS) YANG SEJAJAR DENGAN LANTAI

3.    SESUAIKAN POSISI JARI KAKI DI LUAR

4.    GAMBAR GARIS-GARIS PETUNJUK PADA BAGIAN TENGAH PAHA (THIGH) DAN TIBIA

5.    BAGILAH CIRCUMFERENCE MENJADI 4 BAGIAN DAN BERI TANDA PADA BAGIAN TENGAH PAHA (MIDLINE THIGH) DAN TIBIA DALAM POSISI SAGGITAL PLANE

6.    ATUR SENDI LUTUT (KNEE JOINTS) PADA JIG

7.    BUAT LUBANG MENGGUNAKAN BOR SEBAGAI TITIK PUSAT JIG

8.    LEKUKKAN DAN LURUSKAN PLASTIK UNTUK MEMASTIKAN UKURAN KELELUASAAN GERAKAN
-    MEDIAL 6MM
-    LATERAL 5MM (6MM BILA TULANG FIBULA TERLALU MENONJOL / PROMINENT FIBULA HEAD)

9.    KUNCI KESEJAJARAN PLASTIK DENGAN DENGAN PITA PEREKAT / TAPE

10.    CEK KEMBALI SENDI (JOINT) DAN KESEJAJARAN AXIS
11.    TANDAI POSISI LURUS (UPRIGHT POSITION)

12. POTONG PLASTIK DAN BUAT LUBANG DENGAN BOR PADA POSISI LURUS (IN UPRIGHTS)
13. REKATKAN KEMBALI SENDI / JOINTS PADA PLASTIK
14. PERIKSA SEMUANYA KEMBALI


 
Kami memiliki 11 Tamu online
copyright @ 2010 | Kuspito Prosthetic Orthotic | Site Map | Privacy Policy | Term of Use |