|
Prosedur Fabrikasi (Fabrication Procedure) untuk KAFO PLASTIK
Cetakan plaster untuk kaki telah dimodifikasi seperti telah dijelaskan sebelumnya dan telah dikeringkan. Terdapat 2 metode untuk memasukkan (vacuum forming) Polypropelene pada bagian paha dan kaki. Metode yang pertama memerlukan tarikan sekaligus (one-step pull) di mana langkah plastik (plastic stage) diselesaikan dalam satu langkah. Metode ini biasa digunakan pada kaki yang kecil di mana ketebalan plastik dapat dikontrol sewaktu langkah draping. Metode yang kedua digunakan bila peregangan plastik terjadi terlalu banyak selama proses penyegelan/penutupan. Tube cekung dari tembaga (hollow copper tube) dengan lubang-lubang dihubungkan ke vacuum line dan diletakkan pada anterior tibia. Beveled foam (pelite) akan menutup bagian permukaan kira-kira hingga setinggi knee axis. Dua nilon diregangkan pada kast sebelum plastik dipanaskan dan diamankan/ditutupi dengan perekat elektrik (bagian yang dapat merekat diletakkan di bagian luar agar lebih dapat menutup atau menyegel). Polypropelene di drape dan ditutup dengan memotongnya memakai gunting sebelum menghidupkan vacuum perlahan-lahan, jadi sewaktu tube tembaga yang sudah dingin dilepaskan dan dan bagian paha terbentuk sedikit menutupi (overlap) bagian lutut. Menentukan Knee Axis dan Garis penunjuk Saggital
Kembali mengenai penentuan tingginya knee axis. Knee axis diukur dari sendi lutut (knee joint) dari Orthotic + 1cm dari setiap sisi dari knee axis yang sudah ditentukan. Plastic dipotong secara circumferencial pada tempat-tempat yang telah ditandai juga pada lipatan-lipatan yang berlebih. KAFO diletakkan di sebaliknya (vice) dengan ukuran ketika jari-jari menghadap ke luar ( tahan Orthotic secara lulus bertumpu pada telapak kaki, sudut yang terbentuk seharusnya 90 derajat dengan bidang datar. Bila pasien berjalan dengan posisi jari kaki meregang di luar ukuran normal (excessive toeout), maka harus ada perlakuan khusus dan penghitungan harus disesuaikan. Sebagai dasar penghitungan, longitudinal axis digambar dari atas ke bagian bawah kaki. Kemudian dilakukan penghitungan circumferencial (di bagian atas dan di bawah lutut) dan hasilnya dibagi 4, untuk memberi kemudahan ketika menghitung bagian tengah medial dan lateral saggital plane. Garis-garis tersebut dapat dijadikan pedoman dan dapat pula disesuaikan ketika logam sendi lutut (metal knee joint/upright complex) di letakkan pada kaki. Secara umum posisi lurus (uprights) harus parallel antara kaki kanan dan kiri, dan ketika direbahkan harus bertumpu pada bagian tengah (midline) paha dan betis. Kast diposisikan secara vertical pada permukaan datar dan garis knee axis digambar hingga ke lantai atau bawah telapak kaki. Letak axis yang sebenarnya kemudian diukur lagi berdasarkan penghitungan. Penempatan A/P sendi secara visual dilakukan dengan memindahkan patella dan membagi dua jarak yang didapatkan.
Langkah awal menentukan posisi sendi lutut (Knee Joints)
Kontrol sendi lutut (knee joint) dan keleluasaan meluruskan dibuat oleh Orthotis. Panjangnya tibial ketika posisi lurus biasanya 2/3 dari panjang betis (calf) sehingga ketika pelurusan dilakukan bergerak sekitar -5cm kea rah malleoli. Bagian tengah femoral (medial femoral) lebih pendek daripada bagian lateral agar pasien merasa lebih nyaman. Titik pijakan (termination point) berada kira-kira 5cm di bawah bagian sisi pinggir plastic (proximal edge). Pada lateral, posisi lurus akan sejalan dengan tinggi medial trimline dari plastic. Bila posisi lurus sudah diukur, maka plastic kemudian dipotong sesuai hasil pengukuran dan direkatkan. Kaki di cek, posisi jari kaki ke luar tetap dipertahankan. Bila jig external alignment dipakai, sebuah lubang (pilot hole) dibuat dengan bor pada kast untuk memastikan bahwa potongan (bit) tetap vertical pada semua posisi plane. Lubang ini sedikit lebih kecil daripada lubang yang telah dibuat pada jig (guide post hole). Palang transverse jig (jig transverse crossbar) dipasang pada kast setinggi knee axis. Kesejajaran alignment) dicek kembali dan tinggi disesuaikan sehingga sendi lutut (knee joint) ada pada posisi yang benar dalam AT plane.
Membentuk sisi luar pada posisi lurus (Contouring Uprights)
Bila mungkin, buatlah jarak batas bagi sendi lutut (knee joint) Sekitar 6mm pada medial dan 5mm lateral, pada bagian dalam permukaan sendi. Bila sendi droplock (droplock style joint) digunakan, jarak diberikan pada bagian dalam pinggir dari droplock. Biasanya, posisi lurus lateral di-countour terlebih dahulu karena lebih mudah. Sendi lurus lateral (straight lateral joint ) diletakkan dekat lutut dengan membuat lekukan-lekukan proximal dan distal pada sendi lutut (knee joint). Setelah posisi lurus lateral di-countour, baru kemudian Vastus Lateralis is (pastikan bahwa bagian besi yang dilekukkan sesuai satu sama lain). Tibia lateral kemudian disesuaikan. Setelah contour pada posisi lurus lateral (lateral upright) stabil pada posisi yang benar telah selesai, kesejajaran (alignment) knee axis di cek dengan meletakkannya pada posisi berdiri secara vertical dan sekaligus memastikan palang knee jig (knee jig crossbar) sejajar dengan lantai. Bila tidak, bisa dilakukan perubahan. Contour kemudian dilakukan pada medial upright. Waktu selesai, medial upright juga direkatkan pada kast dan kesejajaran sendi kembali dicek. Garis bentuk (outline) upright dibentuk dengan garis-garis sebagai penanda dan dilakukan pada plastic. Semua kastabilan sendi dan jig dijaga posisinya dengan sekrup (untuk lateral dilakukan pada palang/crossbar dan pilot pin), kemudian jig diangkat dari kast. Seleksi garis trimline pada plastik Garis trimlines digambar pada plastic untuk memberi keleluasaan pada pasien biomechanical imbalance dan patologi. Yang harus diingat adalah bahwa Orthosis harus relative mudah untuk dipakai ataupun dilepaskan. Bagian pergelangan kaki biasanya kaku karena di bagian depan, garis trimline dibuat di bagian depan sampai dengan apex malleoli. Garis trimline pada tibial harus berada pada posisi agak ke depan untuk memberi keleluasaan ketika diluruskan. Garis ini sangat tergantung pada ukuran pasien dan keleluasaan yang diperlukan. Bagian paha harus memiliki ruang cukup untuk bergerak dan pinggir yang lurus agar letaknya stabil, biasanya diperlukan sekitar 3/4 bagian plastik untuk keperluan tersebut. Pada bagian akhir, plastic dipotong dengan panjang yang sama di bawah dan di atas lutut. Bagian tibial jangan sampai menekan peroneal nerve karena peroneal nerve berada di sekitar saluran fibular/ fibular neck (plastic sebaiknya dipotong 2cm distal). Bagian bawah paha (posterior thigh) dipotong secara distal sejauh knee axis karena betis (calf) posisinya di bawah knee axis. Bila dibutuhkan lebih banyak keleluasaan atau control, bagian lateral dan medial dapat dibiarkan lebih panjang agar lutut lebih leluasa bergerak. Kalau semuanya telah selesai diukur dan ditentukan, plastic kemudian dipotong dan dirapikan. Jangan menghapus garis pedoman pelurusan (upright reference line).
Prosedur Fabrikasi selanjutnya dilakukan pada cetakan plaster
Posisi Sendi Lutut (Knee Joint) / Posisi Lurus (Upright Complex) pada Bagian Paha yang telah Dipotong dan AFO
Posisi lurus /uprights ( masih berada di jig ) direkatkan ke plastic dengan menggunakan pita perekat. Posisi /rotasi sendi (joint position) di periksa pada semua posisi plane. Transverse plane dicek dengan melihat KAFO dari atas, perhatikan jari-jari (toeout). Bila posisi dan contour pada plastic sudah benar, beri tanda pada bagian-bagian yang akan dilubangi pada upright. Upright di lepas, plastic dibor, bagian pinggir direkatkan dan dirapikan. Rekatkan kembali upright pada garis tanda pensejajar (alignment), lakukan cek ulang sebelum melubangi dan menyekrup plastic.
|