|
KUSPITO Menu -
Artikel tentang Kecacatan dan Penanganannya
|
|
• Fitting awal KAFO Plastic
Bila Orthosis dibuat pada plastic, joints dibongkar dan dipotong bujur sangkar pada semua posisi plane. Straps dan loops dibuat pada persiapan fitting. Penahan (lock) diperiksa ulang untuk memastikan seluruh bagian ada pada posisi terkunci. KAFO kemudian dipasangkan pada pasien dalam posisi berbaring atau duduk, kemudian direkatkan dengan pita perekat. Keleluasaan dan tinggi sendi lutut (knee joint) diperiksa dengan melakukan gerakan yang tidak melibatkan berat badan. Bila KAFO dilengkapi dengan pengunci lutut (locking knee), maka proses di atas harus dilakukan dulu sebelum pasien mencoba berdiri. Diameter MIL dan tekanan pada paha dan tibial harus diperiksa dan dipastikan aman pada posisi duduk. Orthosis diletakkan dalam sepatu dan pasien diminta untuk berdidi dengan posisi sendi lutut (knee joint) terkunci. Keleluasaan (clearance) pada lutut dan malleoli diperiksa juga. Pasien diminta duduk dan fleksibilitas lutut (knee flexion) diukur. Lutut sebaiknya dapat digerakkan dengan bebas dan nyaman tanpa merasa ada tekanan pada bagian posterior. Kemudian mintalah pasien berjalan dan membandingkan antara kaki yang normal dan kaki yang cacat. Tanya pasien mengenai kenyamanan setelah mencoba KAFO. Trimline plastic dibuat, strap dan loop dipaskan. Penyesuaian dilakukan sebelum pasien selesai melakukan fitting awal (initial fitting). • Fitting Akhir Plastik KAFO
Semua perubahan di-asesmen selama fitting awal dan KAFO diselesaikan. Sendi lutut diperiksa dan dirapikan pada semua plane. Logam yang digunakan dilapisi dan dipoles, paku-paku dikencangkan, strap diperiksa dan dicek keamanannya. Baut-baut pada sendi lutut dikencangkan sehingga tidak mudah longgar. Tujuan fitting akhir adalah memeriksa kembali KAFO secara keseluruhan dan mengajari pasien bagaimana mengenakannya dengan benar, hati-hati dan aman, bagaimana cara membersihkannya dan kapan menggunakannya. Bila diperlukan, buatlah jadwal mengenai lamanya KAFO dipakai setiap harinya, dan mintalah pasien untuk kembali memeriksakan KAFO bila menemui adanya masalah. Orthotis harus menanamkan pengertian dan kepercayaan diri pada pasien akan adanya kualitas pelayanan dan keinginan tim Rehabilitasi untuk membantu pasien dalam memenuhi kebutuhannya.
|